Selasa, 21 Mei 2019

Setumbuk Coretan Tak Berarti


Disaat Pagi tak semanis biasanya
Dan hanya kekosongan yang dapat menyelinap
Disaat aku bangun dari tempat tidur
Dan rasanya ini tak ada yang kebetulan….

Bukan bermaksud untuk mengeluh….
Hanya saja rasa ini yang terlalu goyah
Dan ingin  menantimu dalam diam
Yang berjuta kerinduan
Yang selalu menunggu….


-Pebri Pratama Bancin-
Laembulan, 22 Mei 2019

Minggu, 21 April 2019

Tangisan Suara SERAGAM SEKOLAH SMA


Aku adalah Seragam Sekolah SMA….
Yang dibagian dada tertempel lambang sebuah osis….
Mendandakan aku seorang kaum yang berpendidikan
Dan dibekali dengan moral seadanya….

Aku adalah seragam Sekolah SMA
Kemeja putih polos
yang akan siap dikotori dan dipenuhi oleh coretan PILOX WARNA
saat PEMILIKKU LULUS Nanti….

Aku adalah seragam Sekolah SMA….
Yang pemilinya bukan mirip seperti seragam SD Maupun SMP
Yang patuh terhadap waktu dan aturan rumah

Aku adalah seragam SMA
yang harapanku
tak ingin dikotori dengan pilox warna dan bau bir oplosan
Dan asap rokok serta muntahan sisa pengalaman mabuk pertama
Pada hal bukan itu harapan saya selaku seragam SMA

AKU adalah seragam SMA….
Yang tak mau dilempar oleh pemilikku
Tpi apalah dayaku yang hanya dibuat dari sehelai kain putih polos
Yang dapat dijait dalam beberapa jam saja

Dan harpanku sebagai seragam SMA
Berteman lah diluar sana dengan teman-teman baru
Dan tumbuhlah menjadi seorang pribadi yang dewasa
Dan jadilah manusia yang mulia apapun yang terjadi…

Semoga Generasi Selanjutnya Lebih sadar
Akan harapan Suci Kami Sebagai SERAGAM SMA

#Ppb





Kamis, 28 Maret 2019

Senyum




Medan, 26 Maret 2019
Pebri Pratama Bancin
Percaya atau tidak
Kekuatan senyuman amat luar biasa
Seoalah akan menjadi dari pencair hubungan yang beku
Senyum…mampu dalam memberi semangat dalam sebuah keputusan
Bahkan akan mampu pencerah dalam suasana yang muram
Yang sedang mengobati jiwa yang resah

Senyum…pertanda sebuah isyarat
Isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling
Bahkan dengan senyuman manis mampu menghadiahkan pada seorang yang dikasihi…



 

#...Kapan Anda Terahir Senyum

Jumat, 22 Maret 2019

Ingin Punya Jendela




Ingin rasanya punya jendela kamar
Yang ingin duduk berhadap hadapan dengan mata jendela
Yang ingin melihat sinar nya bulan dan bintang
Yang menerangi yang jatuh tepat pada atap bumi nan indah
Dan ingin rasanya punya jendela kamar !!!
Yang ingin melihat indah nya air yang mengalir
Tepat dibawah kamar ku
Nan melihat alam yang indah renun
Yang dihiasi dengan yang hijaunya

Dan jika nanti aku mati, tak masalah hari apa jam berapa…
mungkinkah yang terpenting  saat itu juga aku sedang berada di depan jendela !!!
yang sedang memikirkan semua yang kucintai, termasuk engkau,
dan apakah mata jendela yang kuimpikan  selama ini
akan ikut menatap mataku tanpa bersedih….




 
                                                              #pebri pratama bancin
  Medan, 23 Maret 2019

Selasa, 05 Maret 2019

Tak Seperti Biasanya


Daun daun terlihat hijau dari biasanya
Bintang-bintang terasa lebih terang dari sebelumnya
Dan kicau burung terdengar lebih merdu suaranya
Dan matahari pun lebih terang dari biasanya

Dalam pagi ini kau seolah menjelma
Yang semalaman tak memejamkan mata
Yang tiba-tiba tak hentinya mengajukan pertanyaan
Meski kepada angin yang mendesau entah dari mana datangnya

Dalam doa malamku engkau seolah menjelma bagai denyut jantungku
Yang begitu sabar bersitaan dengan rasa sakit ini
yang entah sampai kapan ada batasnya
seperti mendung yang pekat

semoga setelahnya seindah warna pelangi

#Ppb ☺☺☺

Sabtu, 02 Februari 2019

Kumpulan Puisi Pakpak


LOT DENG NTEDOH I UKURNA
Lot deng ma ngo ndia  I enget ko ia
Si pernah I gembar mu
Si pernah si janjiken mu
Bage mbentarna  kelleng mu

Tengen mo ia  
Walau ia tertaba
Tapi I ukurna bagi tangisen melungun
Lot deng ma ngo I enget bana

Janji  mu sinderang nai
Janji si bage meniksa  
Lot deng ma ngo ndia is I ukurmu
Ulang ne mo belli ia si dasana ALE KEKELENGEN.



Pejuang Dari Tanah Pakpak

                                                         Oleh : Pebri Pratama Bancin Di sebuah desa tinggal lah sebuah keluarga ...